post

Wah Sistem Ticketing KRL di Jabodetabek Gangguan Gimana Solusinya ?

Wah Sistem Ticketing KRL di Jabodetabek Gangguan Gimana Solusinya

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), pengelola kereta rel listrik (KRL) komuter Jabodetabek, mengakui salah perhitungan waktu dalam pembaruan sistem tiket pada 730 gate di 79 stasiun. Akibatnya, kekisruhan terjadi di stasiun dan antrean penumpang sampai mengular. Direktur Utama PT KCI, Wiwik Widayanti, menuturkan, semula proses peralihan yang dimulai Sabtu lalu ditargetkan selesai pada Ahad siang. Ternyata pembaruan sistem baru selesai kemarin siang. “Proses sudah dimulai Sabtu pukul 01.00 dinihari,” kata Wiwik di kantornya, kemarin. Kekisruhan yang dialami para penumpang sejak Sabtu siang, menurut Wiwik, disebabkan sistem yang diperbarui mengalami gangguan sehingga memerlukan deploy ulang. Window time alias rentang waktu tanpa transaksi yang sempit juga menjadi kendala percepatan pembaruan sistem. Ini berbeda dengan penjelasan perwakilan tim Development System Telkom, Dina Hakikie. Dia mengatakan di tengah proses baru diketahui bahwa pembaruan sistem tiket harus dilakukan secara bertahap.

Setiap tahapnya lang sung dilakukan upaya mengurangi risiko (mitigasi) dan diuji coba di lapangan agar langsung dibandingkan dengan hasil uji coba di laboratorium. “Ternyata tahapannya hanya bisa dilakukan seperti ini, jadi kami (sekarang) tahu bahwa butuh dua hari (untuk pembaruan sistem tiket).” Dina juga menyatakan, ternyata pembaruan sistem tak bisa dilakukan secara paralel alias berbarengan. Alasannya, salah satu fitur yang diperbarui harus diterapkan sekaligus. Hal ini pula yang membuat pihaknya tak bisa menerapkan dua sistem sekaligus sebagai roll back system (menggunakan sistem lama, sementara sistem baru dalam proses upgrading). “Kami menyebutnya fitur kunci, peningkatan security system,” ujar Dina. Antrean mengular di sejumlah stasiun sejak Sabtu siang lalu. Penyebabnya, mesin gate ticket untuk menempelkan tiket masukkeluar tak beroperasi. Penumpang pun dibuat kesal atas kebijakan yang mengharuskan mereka mengantre di loket untuk membeli tiket harian berjaminan (THB) karena hanya tiket itu yang bisa dipakai. Kartu multi -trip (KMT) dan uang elektronik keluaran bank tak bisa dipergunakan.

 

Kemarin, PT KCI memutuskan menggunakan karcis kertas seperti sebelum ada tiket elektronik dengan tarif flat Rp 3.000 tiap penumpang dari stasiun mana pun dengan tujuan mana pun. Kebijakan ini diberlakukan pada Senin pagi hingga pembaruan selesai sekitar pukul 12.00. Menurut Wiwik, pembaruan sistem tersebut merupakan salah satu upaya PT KCI untuk meningkatkan keandalan sistem. Sistem yang diperbarui tersebut dia klaim akan mendukung sistem integrasi antarmoda yang menjadi program pemerintah di bidang transportasi publik. Masyarakat cukup memakai satu kartu saat menggunakan berbagai macam moda transportasi massal, seperti KRL, bus Transjakarta, kereta light rail transit (LRT), dan kereta mass rapid transit (MRT). Juru bicara PT KCI, Eva Chairunisa, pun memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang. Eva menjelaskan, pembaruan sistem tiket ini sebetulnya memang sudah memiliki jadwal yang pasti. Tapi, selama proses pembaruan belum fina l, PT KCI menugaskan karyawan dari berbagai tingkat dan unit kerja untuk membantu pelayanan di semua stasiun KRL.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *